Minggu, 08 Oktober 2017

Cahaya Ku Matahari Ku


Gambar terkait 


Riuh burung-burung bernyanyi
Gemericik air menari di dedaunan
Sunyi hampa
Sedih nan pilu 

Hangat 
Sangat hangat
Mata ku meleleh 
Tapi sangat damai kurasa

Cahaya
Menyelimuti setiap untaian tubuh 
Pemberi kedamaian dan kesejukan
Hangat memang hangat 

Matahari
Mengukir senyuman di bibir 
 Ku terhempas sangat dalam
Ke dalam cahaya ku dan matahari ku


Selasa, 21 Juni 2016

BODOH


BODOH


Kau tahu rasanya mempunyai perasaan ?
Kau tahu rasanya berkhayal ?
Kau tahu rasanya berfikir ?
Apa kau tahu rasanya mati rasa ?

Bodoh
Aku merasakan itu semua
Dari level tertinggi sampai level terendah
Dari tingginya angkasa sampai inti bumi
Bodoh

Bibir ini sudah tak mampu lagi untuk bersuara
Hati ini sudah membeku sedikit demi sedikit
Sampai air mata ini pun takut untuk bermain
Hingga pikiran ku sudah tidak ingin mengingat

Bodoh
Trauma ini menyelimuti ku
Pikiran ini menggerogoti setiap mimpi indah ku
Apa kau tahu ?

Bagai burung yang meninggalkan pohonnya 
Tapi ku ingin menjadi lebah
Yang selalu menjaga madu 
Walau akhirnya madu itu dirampas

Bagai bulan dan matahari
Tapi ku ingin menjadi bintang
Yang selalu dekat bersama bulan
Aku yang bodoh atau kau yang bodoh ?

Senin, 13 Juni 2016

Menyenangkan atau Menyedihkan?

Menyenangkan ?
Apakah itu sebuah kata sifat?
Atau itu hanya kiasan semata?
Atau memang itu berasal dari hati?

Kau tertawa
Kau terdiam
Kau tidak bisa diam
Kau tersenyum

Disini...
Aku iya aku ...
Yang memandangi mu penuh tanya
Yang mendengar mu dengan hati

Menyedihkan?
Apakah itu sebuah kebisuan?
Atau itu hanya ungkapan?
Atau memang itu adalah sebuah trauma?

Ku membisu
Ku menangis
Ku takut
Ku bertanya

Disini...
Aku iya aku lagi...
Yang ingin menyentuh mu dengan hati
Yang ingin tak kan ada lagi trauma yang baru

Rabu, 08 Juni 2016

Pertemuan atau perpisahan ?

Ada sebuah pepatah "Kalau ada pertemuan pasti ada perpisahan"

Kata-kata itu memang pernah terjadi di kehidupan manusia mana pun .
Siapapun pasti pernah merasakan hal seperti itu entah sekali , dua kali atau berkali-kali.
Ungkapan itu terkadang seperti drama dalam kehidupan.
Bahkan kita tidak dapat mengetahui kapan kita akan bertemu seseorang dan kapan juga kita akan berpisah dengan seseorang itu .
Memang hal menyakitkan itu adalah "berpisah" dengan orang yang kita kenal apalagi orang itu adalah orang yang bisa di artikan "spesial" dalam hidup kita.

Di suatu malam seorang gadis sedang termenung memikirkan sebuah panggung sandiwara di dalam kehidupannya. Gadis itu berpikir hingga air matanya menetes dalam hitungan detik. Tak tahu apa yang dipikirkan oleh gadis itu , intinya pikirannya sedang merusak perasaannya pada malam itu. Gadis itu terus termenung dan terus melihat ke sumber cahaya terang yang digenggamnya . Pilu... Begitu raut wajahnya berkata . Hatinya bagaikan tersipu ombak yang mengenai karang yang tajam .
"Mengapa?" , gadis itu berkata
"Panggung sandiwara ini terlalu rumit bagiku"
1. Pernah dipertemukan
2. Pernah dipisahkan
3. Dipertemukan kembali
4. Kekal atau terpisah lagi?

Pikiran itu pun terus menggerogoti perasaannya hingga ia tidak bisa berpikir kembali. Hatinya pun terus bertanya "Mengapa? Mengapa? Mengapa?"
Dan gadis itu pun akhirnya hanya bisa menunggu jawaban untuk waktu yang tidak dapat diprediksi